Jangan Sekedar Berbagi Foto, Pelajari juga Hak Cipta Fotografi

Hak Cipta Fotografi

Dengan adanya media sosial, kita bisa dengan mudah mengunggah foto atau video milik kita ke internet. Selain mengunggah, kita juga bisa sekaligus mendownload foto-foto yang menurut kita lucu dan menarik. Di dunia digital, apakah foto yang sudah diunggah bukan lagi milik penciptanya? Bagaimana jika ada pihak lain yang menggunakan foto kita tanpa izin? Inilah topik pembahasan yang akan kita bahas berikut ini. Sebagai pengguna internet yang cerdas, ada baiknya Anda mengetahui tentang hak cipta foto. Jangan hanya asal berbagi saja. Pelajari juga aturan-aturan tentang foto yang Anda unggah. Jadi, jika ada orang yang tak bertanggung jawab telah memanfaatkan foto Anda ataupun anggota http://homebet99.com Anda pun bisa menggugatnya.

Foto atau gambar masih termasuk dalam karya yang secara otomatis dilindungi oleh hak cipta begitu foto tersebut terwujud. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta Pasal 12 Ayat 1. Hak cipta memberikan hak eksklusif kepada pencipta foto untuk mengubah, memperbanyak, atau melarang orang-orang agar melakukan tindakan yang sama tanpa seizinnya. Dengan kata lain, jika ada orang menggunakan foto tanpa izin, pemilik foto bisa melayangkan gugatan. Kasus ini disebut sebagai kasus pelanggaran hak cipta. Pihak yang menggunakan foto tanpa izin pun bisa dikenai denda sesuai dengan keputusan sidang.

Meskipun begitu, Undang Undang Hak Cipta juga memberikan aturan pembatasan hak eksklusif. Tujuan pemberian batasan ini adalah untuk memberikan keseimbangan hukum antara pemilik hak cipta dan masayrakat. Beberapa pembatasan yang dimaksud adalah untuk kepentingan penelitian dan pendidikan, penulisan karya ilmiah, penulisan kritik, penyusunan laporan, atau tinjauan untuk masalah tertentu. Peggunaan foto dengan kepentingan seperti yang dijelaskan di atas tidak melanggar hak cipta. Jadi, intinya selama penggunaan foto terbatas untuk hal-hal yang sifatnya nonkomersial, tidak merugikan pencipta, serta mencantumkan sumbernya, hal ini tidak termasuk sebagai pelanggaran hak cipta. Lalu, bagaimana dengan pemilik toko online menggunakan gambar-gambar dari orang lain? Apakah bisa dituntut?

Jika melihat lagi penjelasan mengenai Undang-Undang Hak Cipta, perilaku tersebut jelas bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta.

Supaya terhindari dari kasus pelanggaran hak cipta, Anfa harus membekali diri Anda sendiri dengan sebuah pengetahuan yang baik tentang hak kerja foto di dunia digital. Dengan begitu, Anda akan lebih paham.

Di dunia digital, ada juga foto dengan lisensi Creative Commos atau CC. Foto dengan lisensi ini dapat dipakai tanpa izin, tetapi tetap ada ketentuan yang berlaku. Anda perlu tahu bahwa lisensi dengan CC tidak berarti bisa menggantikan sebuah ha cipta. Lisensi CC ini berdampingan dengan hak ciipta yang memungkinkan pemilik hak untuk mengubah syarat dan ketentuan yang berlaku.

Masih ada banyak uraian penting lainnya ketika berbicara tentang masalah hak cipta foto di dunia digital. Seperti yang kita ketahui bersama, banyak orang yang dengan seenaknya mengambil foto orang dan memperbanyaknya tanpa ijin. Pemilik hak cipta bisa saja melaporkan orang tersebut dan membuatnya harus membayar beberapa denda.

Diakui http://bengkelbola.org bahwa sekarang ini masyarakat Indonesia masih sangat awam terkait hak cipta foto di dunia digital. Sampai sekarang, orang-orang di luaran sana masih menganggap bahwa foto yang sudah diunggah ke internet berarti sudah menjadi milik umum. Padahal, jelas foto tersebut masih milih si pencipta foto dengan adanya perlindungan hak cipta. Bagi Anda yang sudah membaca ulasan ini, sebaiknya lebih berhati-hati saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles